Tampilkan postingan dengan label Artikel Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Bacaan. Tampilkan semua postingan

Misteri Di Balik Tanggal 1 Mei

Misteri Di Balik Tanggal 1 Mei
Misteri Di Balik Tanggal 1 Mei

SEO GW - BEBERAPA kalangan sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘Mayday’, hari pertama di bulan Mei. Hampir semua orang tahu – terutama kaum buruh – bahwa tanggal 1 Mei dirayakan sebagai hari buruh sedunia, yang ditandai dengan maraknya demonstrasi buruh. Namun ada beberapa kejadian penting dalam sejarah yang terjadi pada tanggal 1 Mei, di antaranya:

Pada tanggal 1 Mei 1945: Pasukan Sekutu menyerang Hitler saat mundur ke sebuah bukit yang merupakan persembunyian pribadinya di Bavaria. Hitler dinyatakan meninggal pada hari itu. Ia dianggap telah melakukan bunuh diri sehari sebelumnya. Namun, mengenai penyebab tewasnya Hitler bersama istrinya masih menjadi misteri.

Pada tanggal 1-2 Mei 2011: tepat 66 tahun setelah Hitler dinyatakan tewas, “Biang Teroris” yang dklaim Barat, Osama Bin Laden dinyatakan meninggal dekat Abbottabad, Pakistan. AS menyatakan bahwa jasad Osama telah dibuang ke laut Arab, kurang dari satu hari setelah kematiannya resmi diumumkan pada 2 Mei 2011. Apakah kita pernah tahu bahwa yang diberitakan itu benar-benar Osama yang dibunuh dan dibuang ke laut? Masih menjadi perdebatan, karena foto-foto yang diperlihatkan ternyata palsu.

Pada tanggal 1 Mei 2003: Presiden George W. Bush di atas kapal induk USS Abraham Lincoln di lepas pantai California mengumumkan dalam pidato kenegaraannya, “pertempuran besar di Irak telah berakhir.”

Pada tanggal 1 Mei 1776: Organisasi Illuminati Bavaria dibentuk oleh Adam Weishaupt.

Tanggal 1 Mei juga dimanfaatkan kaum sosialis sebagai perayaan hari buruh internasional.

Pada tanggal 1 Mei, banyak negara menyambut hari awal dimulainya musim panas. Hari Itu ketika “Hari Baru-New Day,” saat matahari terbit yang dianggap “Kelahiran Dewa” dirayakan.

Referensi : Islampost.com

Empat Ciri Khusnul Khatimah

Empat Ciri Khusnul Khatimah
Empat Ciri Khusnul Khatimah

SEO GW - KHUSNUL khatimah (akhir yang baik) tentu dambaan bagi setiap orang Islam. Bagi orang yang meninggal dalam keadaan husnul khatimah mempunyai tanda-tanda tertentu yang sepatutnya diketahui oleh setiap individu, terutama kalangan umat Islam.

Tanda-tanda tersebut, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, mengucapkan kalimat tauhid (syahadah). Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud).

Kedua, dahi atau keningnya berkeringat. Sebuah riwayat dari Buraidah bin Hashib RA, dia berada di Khurasan. Lalu, saudaranya kembali kepadanya dalam keadaan sakit sehingga ia sempat menyaksikan kematiannya.

Saat saudaranya meninggal dunia, ia melihat keringat keluar dari dahinya, dan berkata, “Allahu Akbar”. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Meninggalnya seorang Mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmizi, Nasa’i, dan Ibn Majah).

Ketiga, meninggal dunia pada malam Jumat atau siang harinya. Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA. Dia mendengar bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmizi).

Keempat, mati syahid. Ada lima macam mati syahid yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni disebabkan wabah (al-math’un), sakit perut ( al-mabthun), karam atau tenggelam (al-ghariq), tertimpa tanah runtuh (shahibul hadm), dan syahid dalam perang di jalan Allah. (HR Bukhari dan Muslim).

Itulah di antara tanda-tanda meninggal dunia secara husnul khatimah yang disebutkan oleh nabi dan rasul panutan kita, Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kelak kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik), yakni golongan yang memperoleh hakikat kebahagiaan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Referensi : Islampost.com

Sebelum Kesempatan Tertutup

Sebelum Kesempatan Tertutup
Sebelum Kesempatan Tertutup

SEO GW - KEINGINAN dan harapan, bukan hanya milik orang-orang yang masih hidup. Keinginan dan harapan juga milik mereka yang telah mati. Jika Rasulullah saw menjelaskan, keinginan orang-orang shalih di alam kubur, adalah kembali ke keluarga untuk menyampaikan berita gembira, maka keinginan orang-orang durhaka juga ingin dikembalikan hidup di dunia. Namun misi yang mereka inginkan di dunia tidak sama. Meski kedua-duanya juga tak bisa memenuhi keinginan dan harapan mereka.

Perbedaannya jelas. Orang-orang shalih, sangat gembira dan ingin menyampaikan kegembiraannya kepada keluarganya di dunia. Tapi orang-orang durhaka, justru merasakan tak terperi kedukaannya hingga ia ingin kembali hidup untuk melakukan amal-amal yang bisa memberinya sejumput pahala dari Allah swt. Mereka banyak menyepelekan hak-hak Allah, melewati hidup dalam kesia-siaan dan kelalaian, menunda-nunda taubat sambil berharap agar usianya terus memanjang. Di dalam kubur mereka meratapi amalnya, menangisi apa yang telah lalu, dan ia juga memendam harapan dan keinginan kepada Allah.

Saudaraku yang tak pernah luput dari kasih sayang Allah,
Ayat-ayat Al Quran dan hadits Rasulullah saw menuturkan kepada kita bagaimana keinginan mereka saat ada di alam akhirat. Salah satu keinginan mereka adalah, keinginan mendirikan shalat, meski hanya dua rakaat. Ini dijelaskan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu yang meriwayatkan hadits Rasulullah saw saat melewati sebuah makam. “Siapakah yang dikubur di sini?” tanya Rasul saw. Para sahabat menjawab, “Ini kuburan fulan.” Rasul saw mengatakan, “Shalat dua rakaat lebih diinginkan oleh penghuni kubur ini ketimbang apa yang tersisa dari dunia kalian.”

Itulah salah satu puncak keinginan orang yang telah meninggal namun banyak melalaikan Allah. Ia sangat ingin ruku dalam dua rakaat shalat. Ia begitu berharap bisa menambah timbangan kebaikannya. Ia menentukan keinginannya secara spesifik untuk memperoleh pahala shalat. Ia telah melihat langsung apa manfaat shalat. Ia sangat berduka melewati hari-hari tanpa shalat. Ia ingin kembali ke dunia, hanya beberapa detik untuk bisa ruku. Tidak ada keinginan dunia apapun, tapi hanya ingin dua rakaat.

Saudaraku,
Harapan dan keinginan lain dari orang-orang yang telah wafat dalam kelalaian adalah, shadaqah. Ya, mereka ingin kembali ke dunia beberapa saat saja untuk bisa bershadaqah. Harapan mereka tercantum dalam firman Allah swt dalam surat Al Munafiqun ayat 10-11: “Berinfaqlah kalian dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian, sebelum datang pada salah seorang kalian dan ia mengatakan: “Ya Tuhan ku seandainya Engkau tunda kematianku sebentar saja, agar aku bisa bersedekah dan menjadi orang shalih….”

Mereka sadar, shadaqah adalah amal yang paling dicintai Allah swt. Shadaqah jugalah yang mampu mematikan kemarahan Allah swt. Mereka ingin kembali hidup,  karena mereka tahu nilai shadaqah yang bisa dibanggakan dari amal-amal lainnya. Mereka sudah tahu betapa besar nilai dan pahala shadaqah, dan betapa besar kerugian orang yang melalaikannya. Tapi, lagi-lagi harapan itu tak mungkin membuka kesempatan. Semua telah lewat. Karena itulah mereka memendam keinginan untuk kembali ke dunia dan bersadaqah, lantaran sebelumnya mereka lebih banyak membelanjakan harta untuk kepuasan nafsu.

Saudaraku,
Keinginan ketiga yang diucapkan oleh orang-orang lalai dan telah wafat adalah, kembali ke dunia untuk menjadi orang-orang shalih. Mereka ingin melakukan amal shalih, taat kepada Allah, berdzikir kepada Allah meskipun satu kalimat. Mereka sangat ingin mengucapkan tasbih meski satu kali, mengeluarkan kalimat tauhid Laa ilaaha illallah meski satu kali. Simaklah bagaimana firman Allah swt tentang harapan mereka, “Sampai ketika salah seorang mereka didatangkan kematian, ia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku untuk bisa beramal shalih terhadap apa yang aku tinggalkan… “ (QS. Al Muminun : 99 – 100).

Orang-orang yang telah mati, kesempatan mereka telah habis. Mereka berada di alam yang lain, alam akhirat. Di sanalah mereka mengetahui apa yang mereka terima dari amal-amal mereka di dunia. Di sanalah mereka mengetahui penyesalan tak terkatakan dari menyia nyiakan waktu. Mereka menyadari bahwa waktu tak mungkin dibeli dengan seluruh harta dunia apapun. Karena itulah mereka sangat mengangankan satu amal shalih sedikit saja untuk bisa mengambil pahala dari amal itu.

Saudaraku,
Berpikirlah dan merenunglah tentang perjalanan ini. Sebagaimana inti wasiat Rasulullah tentang hidup dan mati yang terdapat dalam do’a yang diucapkan setelah kita tidur. Kata Rasulullah saw,  “Jika salah seorang kalian bangun dari tidur, katakanlah: “ Alhamdulillah yang telah mengembalikan ruhku kepadaku, menyehatkan tubuhku dan mengizinkan aku untuk berdzikir kepada-Nya.” (HR. Turmudzi)

Saudaraku,
Suatu saat, bila kita mengiringi janazah atau melakukan ziarah kubur. Diam dan jangan banyak bicara. Berhentilah di hadapan sebuah kuburan. Resapilah bagaimana kesempitan liang lahat. Bayangkanlah bila kita berada di dalamnya. Semua pintu yang tertutup, lalu gundukan tanah yang menimbun di atasnya. Tak ada keluarga, tak ada sahabat. Gelap, sunyi senyap dan mengerikan. Tak ada yang bisa kita dapatkan di sana, kecuali amal  yang telah kita lakukan. Renungkanlah, harapan dan keinginan orang-orang ada di dalamnya.

Ingatlah apa harapan dan keinginan orang-orang yang telah ada di dalamnya. Lalu, tanamkan tekad untuk memanfaatkan kesempatan hidup untuk lebih banyak berdzikir pada Allah. Bila tercetus dalam benak dan hati untuk melanggar  perintah Allah, ingatlah apa harapan dan keinginan orang-orang yang telah meninggalkan kehidupan ini. Saat kita dibelenggu rasa malas melakukan amal shalih, ingatlah, apa harapan dan keinginan orang-orang yang telah mati. Mereka sangat ingin kembali dan melewati hidup sejenak dalam taat kepada Allah.

Segala puji dan syukur hanya untuk Allah swt, karena kita saat ini masih merasakan nikmat hidup. Kita ingin jenak kehidupan ini menjadi penuh nilai dengan memperbanyak ketaatan. Kita pasti berharap agar rentang perjalanan hidup di dunia ini, jamnya, menitnya, detiknya, adalah ketaatan kepada Allah swt. Sehingga kita bisa berharap kebahagiaan di awal memasuki kesendirian di liang kubur

Referensi  : Islampost.com

Selamat Datang Di Zaman Fitnah

Selamat Datang Di Zaman Fitnah
Selamat Datang Di Zaman Fitnah

SEO GW - “Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir, sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu, jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam,” (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil-pent). (HR. Abu Dawud (4259), Ibnu Majah (3961) AI-Fitan, Ahmad (19231), dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

DALAM sebuah hadits disebutkan: “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu dari sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbitnya tanduk setan. (HR. Bukhari (3279) Bad’ul-Khalqi, Muslim Al-Fitan wa Asyrathu’s-Sa’ah).

Fitnah secara bahasa bisa bermakna ujian, cobaan, bala’, bencana dan siksaan. Pada riwayat di atas Rasulullah ~ memberikan peringatan kepada umatnya agar mewaspadai adanya satu fitnah yang bisa menggoncang keimanan mereka.

Penggambaran fitnah laksana potongan malam yang amat pekat itu menunjukkan betapa berat dan berbahayanya fitnah itu. Ini merupakan peringatan penting bagi setiap muslim, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda dekatnya akhir zaman. Untuk skala lokal, barangkali yang paling nyata adalah fenomena kesulitan hidup, problem ekonomi, kemiskinan dan kesengsaraan yang menyebabkan seseorang dengan mudah menukar agamanya. Kesulitan hidup karena faktor alam dan politik kotor manusia, seringkali menjerumuskan banyak orang dalam kekufuran. Godaan dunia bisa terjadi dalam bentuk harta, wanita dan kedudukan yang dikemas sedemikian menggiurkan bagi siapapun untuk mencicipinya. Sehingga siapapun yang tidak memiliki ketahanan iman, sangat mungkin merubah imannya dalam bilangan hari.

Adapun dalam skala luas – sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat di atas (tentang munculnya fitnah dari timur), maka hal itu telah terbukti dengan realita yang ada. Kawasan timur yang meliputi Khurasan (terkhusus Iraq) merupakan pusat Fitnah. Dari Irak dan kawasan sekitarnya muncul berbagai sekte dan ideologi sesat. Kelompok Mu’tazilah, Khawarij, Syi’ah, Bathiniyyah, Qadariyyah, Jahmiyyah, Mazdakiyyah, Hindu, Budha, Qadiyaniyyah, Baha’iyyah, Ateisme, banyak muncul dari wilayah tersebut. Dan dari sekitar kawasan Timur itu pula kelak akan m uncul Dajjal serta Ya’ juj dan Ma’ juj.

Dalam sejarah para salaf juga membuktikan bahwa negeri kawasan timur (Iraq dan sekitarnya) merupakan ajang bermunculannya fitnah. Salah satu fitnah yang pemah diberitakan oleh Nabi adalah kemunculan Khawarij. Rasulullah ~ bersabda:

“Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, usia mereka muda-muda, pikiran mereka bodoh-bodoh, mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan makhluk, tetapi keimanan mereka tidak melampaui tenggorokan, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah yang keluar dari busur. Di mana pun kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka, karena pembunuhan mereka itu berpahala pada hari Kiamat bagi yang membunuh mereka. (HR. Bukhari (6930) Istabatul-Murtaddin dan Muslim (1066) Az-Zakat)

Mereka ini telah muncul sebagaimana yang dilukiskan dalam riwayat -riwayat tersebut dan diperangi oleh Ali ~ Demikian pula fitnah dalam bentuk peperangan antara kaum muslimin, sebagaimana yang terjadi antara sahabat Ali ~ dan Mu’ awiyah juga antara sahabat Ali dan lbunda A’isyah.

Referensi : Islampost.com

Terbongkar Setelah 19 Tahun Menikah

Terbongkar Setelah 19 Tahun Menikah; Ternyata Sang Istri Adalah Laki-Laki
Terbongkar Setelah 19 Tahun Menikah; Ternyata Sang Istri Adalah Laki-Laki

SEO GW - PRIA asal Belgia ini mengalami nasib naas. Pernikahan yang telah ia jalani selama 19 tahun berujung pada penyesalan. Bagaimana tidak? Istri yang dicintainya selama ini, Monica, ternyata terlahir sebagai seorang laki-laki!.

Jan, begitu ia dipanggil, menikahi Monica pada tahun 1993 silam. Saat proses untuk menikahi Monica, Jan sempat mendapat kesulitan soal keimigrasian, karena sang istri adalah warga Indonesia.

“Saya membawanya ke Belgia itu tidak mudah,” kata Jan, seperti yang dikutip dari Telegraph, pada hari Senin, 26 November 2012. Pengadilan di Belgia sendiri, kata dia, sebelumnya memang pernah meragukan keaslian akta lahir dan surat-surat identitas lainnya. Tapi akhirnya, pengadilan menerima Monica, dan memberi izin menikah dengan Jan. Menurut Jan, Monica sama sekali tak punya ciri-ciri fisik yang dimiliki seorang pria.

“Saya pikir dia adalah seorang wanita yang menarik. Dia tidak punya ciri-ciri laki-laki,” kata Jan. Lalu bagaimana mereka ketika berhubungan intim sebagai suami istri? Menurut Jan, tidak ada yang aneh dengan Monica saat berhubungan intim. “Saya tidak pernah melihat apa-apa. Saya dan dia sudah memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Karena saya sendiri sudah memiliki dua orang anak dari istri saya sebelumnya,” ujarnya.

Bahkan, selama menjalani kehidupan berumah tangga, Monica benar-benar seperti seorang perempuan pada umumnya. Yakni mengalami menstruasi dan memakai pembalut. Namun, rupanya itu adalah tipuan. “Dia menyembunyikan kebenaran,” kata Jan yang kini berusia 64 tahun. Selama bertahun-tahun, kata Jan, Monica yang sekarang berusia 48 tahun itu sudah seperti “kakak” bagi kedua anaknya itu. Dan anak pertamanya pula yang beberapa kali kesempatan melihat ibu tirinya itu sedang berada di sebuah klub malam.

“Dia mulai memakai pakaian yang sangat mencolok, dengan rok super mini atau atasannya yang ketat, sehingga perutnya terlihat,” katanya. Sampai pada akhirnya, rumor mengenai “keaslian” Monica mengemuka. Jan menemukan pesan mesra dari orang lain di komputernya, yang berujung dia terlibat kasus kekerasan dan berurusan dengan polisi.

“Seorang teman mengatakan pada saya, bahwa ia telah mendengar Monica sebenarnya pria yang berubah menjadi wanita. Aku tidak bisa percaya. Bahkan ternyata anakku yang pertama juga mendengar rumor yang sama,” ujarnya. “Aku mendorongnya ke dinding dan berkata: sekarang aku tahu kebenaran bahwa kamu seorang pria. Dan dia mengakui, jika ia dilahirkan sebagai pria dan melakukan operasi kelamin sebagai wanita.

“Dia sekarang wanita, dan dia merasa tak perlu memberi tahu saya tentang masa lalunya sebagai seorang pria. Dunia saya pun runtuh malam itu juga. Ini pukulan telak buat saya. Dan polisi pun datang,” katanya. Jan sekarang sedang menjalani perawatan kejiwaan setelah mendapat permasalahan itu. Proses hukum untuk membatalkan pernikahannya sudah berjalan.

“Orang itu telah sengaja menipunya selama bertahun-tahun. Dia penipu. Dan dia juga memalsukan dokumen yang digunakan di sini untuk mendapatkan izin tinggal. Anak-anak, yang selama bertahun-tahun hidup bersamanya juga menjadi hancur seketika,” kata Verjauw Liliane, pengacara Jan.

Referensi : Islampost.com

Sujud Terakhir Di Hari Pernikahan

Sujud Terakhir Di Hari Pernikahan
Sujud Terakhir Di Hari Pernikahan

SEO GW - SELEPAS Sholat Maghrib, ia memakai sedikit make-up di wajahnya, memakai pakaian pengantin putih yang sederhana, mempersiapkan dirinya untuk respesi pernikahannya sendiri, kemudian dia mendengar azan ‘Isya dan menyadari bahwa wudhunya telah batal. Lalu dia berkata kepada ibunya: “Bu, aku perlu ambil wudu dulu dan sholat ‘Isya.”

Ibunya terkejut, dan menukas, “Apa kamu gila? Para tamu sedang menunggu untuk melihat kamu! Bagaimana dengan make-up-mu nanti jika kamu wudhu lagi? Nanti bakal rusak oleh air!”

Tambah ibunya lagi, “Sebagai ibu, ibu tak izinkan kamu sholat sekarang! Wallahi… jika kamu ambil wudu sekarang, ibu akan tetap memarahi kamu.”

Anak perempuannya menjawab, “Wallahi… saya tidak akan pergi dari sini sehingga saya melakukan sholat! Ibu sepatutnya tahu bahwa tidak pantas taat kepada makhluk, tetapi durhaka kepada Maha Pencipta.”

Ibunya berkata, “Apa kata tamu nanti jika kamu muncul dalam resepsi pernikahan sendiri tanpa make-up? Tentu nampak jelek atau tidak cantik di mata mereka! Mereka pasti akan menertawakan kamu!”

Sambil tersenyum, anak perempuan itu malah balik bertanya, “Adakah ibu bimbang karena saya tidak cantik di mata mereka? Bagaimana pula dengan Maha Pencipta saya? Saya bimbang karena, jika saya tinggalkan sholat saya, saya tidak lagi cantik di mata-Nya.”

Dia mulai berwudu, dan semua make-up di wajahnya hilang. Tapi dia tidak peduli. Kemudian dia mulai melaksanakan sholat dan pada waktu dia hendak sujud, dia tidak sadar bahwa itu adalah sujud terakhir baginya.

Ya, ia meninggal dunia ketika bersujud. Ya, ia meninggal di hari pernikahannya sendiri. Ya, ia meninggal dan menghadap Allah SWT justru ketika ia lebih mengutamakan Sang Pencipta daripada manusia. Ia meninggal di saat tengah berada paling dekat kepada-Nya! SubhanAllah! Ia tidak peduli jika dia tidak indah di mata makhluk, asalkan dia cantik pada Maha Pencipta!

Mana yang akan kita pilih wahai para Muslimah, bayangkan ketika Anda berada di posisi itu: apa yang Anda akan lakukan? Mana yang Anda akan pilih: pujian manusia atau Maha Pencipta? Adakah kita bersedia untuk menemui Allah tanpa jilbab?

(Diceritakan oleh Syeikh ‘Abdul Mohsen al Ahmad’, dalam “Ibu Negeri Asir di Arab Saudi”)

Referensi : islampost.com
 
. SEO GW: Artikel Bacaan - All Rights Reserved
Template by : Jiplakers Team | Didukung oleh : Allah SWT | Blogger | Google